How Social Media Is Revolutionizing E-Democracy? Tren, Insight, and Research Future
Abstract
Transformasi digital telah mengubah praktik demokrasi modern melalui peran media sosial sebagai ruang publik yang memperluas komunikasi politik dan partisipasi warga. Perkembangan ini signifikan karena meningkatnya penggunaan platform digital dalam proses demokrasi, sekaligus menghadirkan tantangan seperti disinformasi, polarisasi, dan kesenjangan akses teknologi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial merevolusi e-demokrasi dengan mengidentifikasi tren publikasi, distribusi geografis, struktur konseptual, serta evolusi topik penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah analisis scientometrik berbasis data dari basis data Scopus untuk periode 2010–2025, yang dianalisis menggunakan RStudio. Proses seleksi menghasilkan 373 artikel yang dianalisis melalui berbagai visualisasi seperti tren publikasi, distribusi negara, word cloud, dan evolusi topik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi dan dominasi kontribusi dari negara-negara dengan ekosistem digital yang maju. Selain itu, terjadi pergeseran fokus penelitian dari konsep dasar ke isu-isu yang lebih kompleks seperti demokrasi digital, partisipasi elektronik, dan integrasi teknologi dalam pemerintahan. Kesimpulan menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai katalis kunci dalam memperluas partisipasi politik dan memperkuat e-demokrasi. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada tata kelola digital yang transparan, inklusif, dan adaptif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memetakan perkembangan penelitian sekaligus menawarkan arah masa depan yang menekankan integrasi teknologi, penguatan regulasi, dan peningkatan literasi digital.


